Clean Agile : Back to Basics Part 1

Tulisan ini dibuat berdasarkan buku dari Robert C.Martin dengan judul ” Clean Agile, Back to Basics” kalo diliat review dari para penulis lain, buku ini rekomended banget untuk di baca, jadi ga ada salahnya kita coba sedikit terjemahkan buku ini dan supaya bisa lebih memahami apa itu agile, hitung-hitung buat belajar bahasa inggris dan agile secara bersamaan , hehehe .

Robert C.Martin sendiri adalah seorang software engineer, dan lebih di kenal dengan sebuatan Uncle Bob, Atau mamang Bob klo di Sunda, buku-buku yang ditulis oleh Uncle Bob berdasarkan pengalamannya di dunia software engineering, seri bukunya bisa menjadi panduan atau rujukan dalam prinsip-prinsip membangun sebuah aplikasi, mulai dari pola, arsitekture software, programing, koding, Projek menejemen, desain, analis ,testing dan masih banyak lagi. nanti bisa di cari sendiri deh buku-bukunya.

Pendahuluan
Uncle bob ingin memberikan pemahaman yang benar mengenai agile, pada tahun 50 dan 60 telah banyak diciptakan beberapa software sederhana yang digarap oleh tim kecil, tim kecil ini mampu memahami dan berinovasi dalam membuat software dan semuanya berjalan cukup baik, sampai pada tahun 70 an pemahaman ini (small team doing small think) dirubah oleh pemahaman lain, yaitu jika suatu yang besar harus dengan Team yang besar (big things with big teams).

Jumlah programer yang semakin banyak, berpengaruh kepada kualitas dan pengalaman programer tersebut, dan pelatihan dari programer senior ke junior tidak berjalan mulus. sehingga muncullah kekacauan ini. Oleh karna itu uncle bob ingin mengembalikan pradigma programing pada tahun 50 dan 60 , yaitu kita harus memulai dari hal yg kecil untuk memecahkan masalah yang sederhana, dan butuh kolaborasi antara tim-tim kecil yang mengerjakan hal-hal sederhana untuk memecahkan permasalahan yang besar ,
dan konsep ini bisa di sebut ” agile”.
Agile is a small idea about the small problem of small programming teams doing small things. Agile is not a big idea about the big problem of big programming teams doing big things.

Agile
Pada februari 2001, sejumlah 17 orang yang expert dibidang software bertemu di snowbird, utah, untuk membahas perkembangan software development yang menyedihkan. karena pada saat itu software sangat tidak efektif, lamban, dan terlalu monoton terhadap metodologi pembangunan tertentu, oleh karna itu, 17 orang tersebut berkumpul untuk menciptakan manisfestasi dari software development yang lebih efektif, ringan, mendekati kondisi rill.

17 orang tersebut sangat di butuhkan untuk membuat manisfetasi itu, karna mereka expert dibidangnya masing-masing dan mempunyai padangan yang bervariasi dan kuat. setelah beberapa perselisihan dan diskusi yang panjang, akhirnya tercapai lah kesepakatan , manifestasi agile tercapai dan dibukukan, dan lahirlah sebuah buku yang mampu membuat software development lebih kuat dan bertahan lama.

Semua Tahapan dalam pembuatan software dapat kita prediksi, karna akan ada sebagian orang yang akan mendukung, ada sebagian lagi yang mencela dan menolak, dan kebanyakan dari mereka tidak peduli, banyak tahapan yang terhenti di tengah jalan, akhirnya hanya berkutat pada masalah itu saja. ada yang berfokus pada lojik dan aspek programing saja, ada yang kontroversial, dsb. dan inilah agile. buku ini di tulis untuk menggambarkan agile sebenarnya, dengan pendekatan pragmatis.
jadi, kadang kita tak terlalu fokus pada satu hal (idealis), karna pada realitasnya dunia itu berkembang, dan kebutuhan akan muncul sesuai dengan kondisi baru yang muncul.

tetep ikutin tulisan ini ya, di part 2.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like